PARIGI MOUTONG - Tak mau ketinggalan dengan kota kota maju di Indonesia, Bupati Parigi Moutong (Parimo), H Samsurizal Tombolotutu tengah menggagas sebuah program dibidang Teknologi Informasi (IT). Samsurizal mengaku akan menjadikan Kabupaten Parimo sebagai kota pintar atau Smart City. Ide untuk menjadikan Kabupaten Parimo sebagai smart city katanya merupakan tindaklanjut dari hasil kunjungannya ke Kabupaten Banyuwangi beberapa waktu lalu. Menurutnya, daerah di Provinsi Jawa Timur itu terbilang cukup maju karena menerapkan konsep smart city. Sejak menerapkan smart city, income perkapita masyarakat di Kabupaten itu setiap tahun selalu mengalami kenaikan. “Saya ingin Kabupaten Parigi Moutong juga seperti itu,”kata Bupati Samsurizal ketika menerima jajaran PT.Telkom Indonesia Cabang Palu, pihak Perbankan dan Kontraktor di ruang rapat Bupati, Kamis (25/8).
Menurut Samsurizal, akselarasi pembangunan di Kabupaten Parimo saat ini sudah cukup baik. Namun, jika dibandingkan dengan Kota lainnya di Indonesia masih jauh tertinggal. “Saya contohkan Kabupaten Banyunwangi, daerah ini cukup maju karena salah satu faktor yang menunjang kemajuan itu adalah Teknologi informasi,”ungkapnya
Guna mewujudkan program smart city tersebut, Samsurizal telah menggandeng PT Telkom Indonesia yang akan menyiapkan perangkat pendukung teknologi informasi melalui fasilitas indihome.
Samsurizal juga menggandeng pihak BUMN seperti Perbankan dan Dialer dan para Kontraktor yang nantinya akan membantu memasang fasilitas internet di sejumlah fasilitas publik. Ia meminta BUMN dan pihak kontraktor, selain memajukan perusahaan, juga bertanggungjawab terhadap kemajuan masyarakat. “Pihak Bank, Dialer dan Kontraktor tolong bantu saya untuk memasang spot jaringan internet di tempat-tempat fasilitas publik.Ini bukan untuk kepentingan Samsurizal, tapi tanggungjawab kita semua untuk memajukan masyarakat. Sisikan sedikit saja dari keuntungan perusahaan untuk membantu masyarakat. Saya ingin Kabupaten Parigi Moutong ini maju melalui teknologi informasi,”harapnya
Sementara, Manager PT.Telkom Indonesia, Mohammad Yusran menyatakan siap membantu mewujudkan program Bupati tersebut. Apalagi saat ini PT.Telkom tidak lagi menggunakan jalur kabel tembaga, tetapi sudah memiliki paket Indihome menggunakan kabel fiber optic (FO) yang lebih cepat dan stabil. Bahkan bisa menjangkau seluruh pelosok di Kabupaten Parimo. “Hanya dengan paket Rp7,7 juta pertahun sudah termasuk ppn, akses internet bisa dinikmati dimana saja dengan akses yang cepat,”ungkapnya.
PT.Telkom katanya mengapresiasi langkah Bupati Parimo tersebut, sehingga pihaknya memberikan piagam penghargaan, karena satu-satunya daerah di Provinsi Sulteng yang siap mengimplementasikan smart city nusantara ini hanya Kabupaten Parimo. PT.Telkom juga memberikan hot spot gratis sebanyak 10 titik dalam waktu 10 tahun. “Alhamdulilah, di Sulawesi Tengah, hanya Kabupaten Parigi Moutong yang kami berikan smart city Award ini,”ujarnya.
Yusran menjelaskan, Indihome merupakan salah satu layanan unggulan dari Telkom yang menghadirkan kualitas seratus persen fiber untuk menghantarkan layanan lengkap telephon, Internet dan Interactive TV (IPTV. Indihome juga akan memanjakan pelanggan dengan jaringan internet teknologi fiber berkecepatan hingga 100 Mbps, serta IPTV melalui Usee TV. “Apalagi sekarang setiap desa memiliki dana desa yang cukup besar. Kami menawarkan satu desa cukup membayar indihome Rp15 juta selama dua tahun dengan kecepatan 2 mega byte,”ungkapnya
Ia juga mengatakan, dengan fasilitas indihome, pelayanan administrasi di setiap instansi dapat dilakukan secara digital, seperti mengecek keberadaan asset, absensi pegawai, transaksi pembayaran PBB dan sejumlah kemudahan lainnya. (jeprin/humas)


0
0
0
s2smodern