Pemda Parigi Moutong dan Kejati Sulteng Tanam Jagung Bersama, Dorong Desa Lobu Mandiri Jadi Percontohan Ketahanan Pangan

Parigi Moutong – Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Bersinergi dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah, Pemda melaksanakan kegiatan tanam jagung bersama di Desa Lobu Mandiri, Kecamatan Parigi Barat, Kamis (12/02/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Jaksa Mandiri Pangan yang digagas oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Rangkaian kegiatan diawali dengan keberangkatan rombongan Kejati Sulawesi Tengah dari Kota Palu pada pukul 08.00 WITA dan tiba di Kabupaten Parigi Moutong sekitar pukul 09.45 WITA.

Setibanya di Kantor Kejaksaan Negeri Parigi Moutong, rombongan disambut langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong bersama jajaran Kejari Parigi Moutong. Selanjutnya, rombongan bergabung dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sebelum bertolak menuju lokasi kegiatan di Desa Lobu Mandiri.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong menyerahkan bantuan berupa satu unit cultivator kepada Ketua Kelompok Moringa Lobu Mandiri serta 1.000 bibit cabai kepada Ketua PKK Desa Lobu Mandiri. Bantuan ini merupakan bentuk dukungan konkret Pemda terhadap pelaksanaan Program Jaksa Mandiri Pangan yang kemudian disalurkan kepada kelompok tani setempat sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan desa.

Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, dalam sambutannya menegaskan bahwa Desa Lobu Mandiri didorong menjadi contoh desa mandiri pangan di Kabupaten Parigi Moutong.

“Desa Lobu Mandiri hari ini kita dorong menjadi contoh desa mandiri pangan, di mana masyarakatnya berdaya, lahannya produktif, dan hasil pertaniannya mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Bupati.

Ia menambahkan, program ini sejalan dengan visi Kabupaten Parigi Moutong yang Maju, Mandiri, dan Berkelanjutan melalui Gerbang Desa, dengan menitikberatkan pembangunan berbasis desa melalui penguatan sektor pertanian. Bupati juga mengajak seluruh petani dan masyarakat untuk memanfaatkan momentum ini secara maksimal.

“Saya mengajak seluruh petani dan masyarakat untuk memanfaatkan momentum ini dengan sungguh-sungguh. Tanam dengan baik, rawat dengan disiplin, dan kelola hasilnya secara profesional. Kita ingin gerakan ini berkelanjutan, bukan hanya hari ini, tetapi menjadi budaya produktif di desa-desa kita,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Nuzul Rahmat, menyampaikan bahwa Sulawesi Tengah ditargetkan menjadi percontohan nasional dalam pelaksanaan Program Jaksa Mandiri Pangan, sejalan dengan Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia, khususnya dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan nasional.

“Sesuai arahan pimpinan Kejaksaan Agung, kami di daerah diminta untuk bersinergi dengan pemerintah kabupaten/kota dalam mendukung Program Jaksa Mandiri Pangan. Sulawesi Tengah memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar dan kami optimistis daerah ini bisa menjadi percontohan nasional dalam mewujudkan swasembada pangan,” ungkapnya usai penanaman jagung.

Kajati Sulteng menyebutkan, Kejaksaan bersama Pemda telah menyiapkan lahan seluas 5 hektare untuk program tersebut, dengan 1,5 hektare di antaranya telah ditanami jagung. Desa Lobu Mandiri menjadi titik kedua pelaksanaan program di Sulawesi Tengah setelah sebelumnya dilaksanakan di Kabupaten Sigi.
Menurutnya, potensi pertanian di sejumlah kabupaten di Sulawesi Tengah, termasuk Parigi Moutong dan Sigi, menjadi modal besar dalam mendorong kemandirian pangan.

“Potensi ini harus dimaksimalkan. Tantangan terbesar kita adalah bagaimana Pemda mampu mengelola dan mengoptimalkan sumber daya yang ada, sehingga tidak hanya mencukupi kebutuhan Sulawesi Tengah, tetapi juga dapat menyuplai ke daerah lain,” tandasnya.

Ia juga menambahkan, sejumlah komoditas unggulan Sulawesi Tengah, termasuk tanaman keras, telah berhasil menembus pasar ekspor. Bahkan, sektor lain di luar pertanian dan perkebunan turut menunjukkan perkembangan signifikan yang berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kegiatan ditutup dengan penanaman jagung secara simbolis oleh Kajati Sulteng bersama Bupati Parigi Moutong dan jajaran Forkopimda, serta peninjauan gerakan pangan murah di lokasi kegiatan.

Sumber : Diskominfo Kabupaten Parigi Moutong/FK