Durian

Pemkab Parigi Moutong Bersama Kementerian Transmigrasi Bahas Pengembangan Kawasan Bahari Tomini Raya

Kawasan Transmigrasi Bahari Tomini Raya
Foto : Dokumentasi Diskominfo Kabupaten Parigi Moutong

PARIGI, PARIGI MOUTONG – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menerima kunjungan kerja dan audiensi strategis dari Direktur Perencanaan Teknis Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia, Andy Wijaya, bersama tim pengkaji Universitas Hasanuddin di Ruang Rapat Kantor Bupati Parigi Moutong, Kamis (29/10/2026).

Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Zulfinasran, menyambut baik kunjungan tersebut sekaligus menyampaikan apresiasi atas kajian lapangan yang tengah berlangsung.

Ia menegaskan bahwa potensi kawasan transmigrasi Parigi Moutong tersebar luas di 10 hingga 13 kecamatan dengan komoditas unggulan yang beragam, mulai dari sektor pertanian sawah, kakao, hingga durian.

“Kawasan transmigrasi di Parigi Moutong memiliki karakteristik berbeda-beda. Kami berharap kajian ini tidak hanya berhenti di enam kecamatan sampel seperti Moutong, Taopa, Bolano, Bolano Lambunu, Ongka, dan Mepanga, tetapi dapat meluas ke kecamatan lain serta menyentuh pengembangan kawasan hutan transmigrasi,” ujar Sekda Zulfinasran saat menerima audiensi.

Sementara itu, Direktur Perencanaan Teknis Kementerian Transmigrasi RI, Andy Wijaya, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan tindak lanjut kunjungan Juni 2026 untuk menyusun Dokumen Rencana Teknis (RENTEK) Pengembangan Ekonomi Kawasan.

Penyusunan RENTEK ini bertujuan memetakan potensi komoditas utama seperti durian dan tantangan riil di lapangan guna menentukan rekomendasi intervensi pemerintah pusat.

Pemerintah Daerah berharap Kawasan Transmigrasi Bahari Tomini Raya dapat masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN) yang didukung APBN.

Langkah ini diharapkan mampu mendorong Parigi Moutong menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif, berkelanjutan, serta berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.