Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM
Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM
Palu, 29 Agustus 2025 — Perhelatan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Sulawesi Tengah XXIII/2025 resmi ditutup dengan catatan prestasi gemilang bagi Kabupaten Parigi Moutong. Pada hari terakhir pertandingan, kontingen Parigi Moutong menambah dua medali dari cabang panahan masing-masing diraih oleh Andi Syafa (perak) dan Mu’adz (perunggu). Tambahan ini mengokohkan posisi Parigi Moutong di peringkat kedua klasemen akhir dengan total 16 medali (5 emas, 6 perak, 5 perunggu), tepat di bawah juara bertahan Kota Palu.
Prestasi ini sekaligus menandai lonjakan signifikan dibandingkan capaian tahun sebelumnya, ketika Parigi Moutong hanya berada di peringkat keenam POPDA 2024. Peningkatan tersebut disebut tidak terlepas dari perhatian serius pemerintah daerah, mulai dari dukungan anggaran, arahan pimpinan, hingga pembinaan cabang olahraga secara berkelanjutan.
Ketua kontingen Parigi Moutong eny susilowati, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam keberhasilan ini.
“Atas nama kontingen, kami menyampaikan terima kasih tak terhingga kepada Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase, S.Kom, Wakil Bupati H. Abdul Sahid, S.Pd, Sekretaris Daerah Zulfinasran, Kepala Disporapar Abdul Azis Tombolotutu, Ketua KONI Faisan Badja, para ketua cabang olahraga, para pelatih, serta orang tua atlet yang bahkan rela hadir langsung di lapangan memberikan dukungan kepada putra-putri tercintanya,” ungkapnya.
Meski belum mampu merebut posisi puncak, kontingen Parigi Moutong optimistis akan terus berbenah dan berjuang lebih baik pada tahun-tahun mendatang. “Insya Allah, kami akan berusaha keras agar tahun depan bisa merebut peringkat pertama. Untuk saat ini, mari kita fokus mempersiapkan atlet-atlet hebat Parigi Moutong yang akan mewakili Sulawesi Tengah pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) November mendatang,” tambahnya.
Kebanggaan itu juga dirasakan langsung oleh para atlet. “Saya sangat bersyukur bisa menyumbangkan medali perak untuk Parigi Moutong. Ini bukan hanya untuk diri saya, tapi untuk semua teman, pelatih, dan keluarga yang selalu mendukung,” ucap Andi Syafa dengan mata berkaca-kaca. Sementara Mu’adz, peraih perunggu panahan, menambahkan, “Rasanya luar biasa. Meski hanya perunggu, tapi saya bangga bisa berjuang dan memberi yang terbaik untuk daerah tercinta.”
Dengan pencapaian ini, Parigi Moutong tidak hanya mempersembahkan prestasi olahraga, tetapi juga menunjukkan komitmen kuat dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui pembinaan generasi muda di bidang olahraga. Air mata haru, pelukan hangat antar-atlet, dan sorak-sorai suporter yang memenuhi arena POPDA menjadi saksi bahwa perjuangan ini bukan sekadar soal medali, melainkan tentang kebanggaan, persaudaraan, dan mimpi besar Parigi Moutong untuk terus berdiri sejajar di panggung olahraga nasional.
SUMBER : PROKOPIM SETDA DI PUBLISH DISKOMINFO PARIGI PARIGI MOUTONG