PARIGI MOUTONG - Gubernur Sulawesi Tengah Drs H Longki Djanggola MSi memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong yang telah memilih desa Petapa sebagai sasaran program kampung Keluarga Berencana (KB). Longki mengaku mengetahui betul profil desa petapa seperti apa.
“Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong sudah tepat memilih desa Petapa untuk dijadikan pencanangan kampung KB, karena saya tahu persis bagaimana keadaan desa ini,”kata Longki dalam sambutannya pada pencanangan kampung KB di desa Petapa, Kecamatan Parigi Tengah, Rabu (24/8)
Gubernur juga mememberikan apresiasi kepada masyarakat desa Petapa yang telah mendukung program pemerintah dibidang peningkatan sumber daya manusia, seperti program kependudukan dan KB, kesehatan,dan pendidikan. Menurutnya, pencanangan kampung KB merupakan salah satu agenda ketiga dari Nawacita yang bertujuan membangun Indonesia dari pinggiran “Oleh karena itu, desa Petapa sangat tepat dicanangkan sebagai kampung KB karena penduduk di desa ini cukup padat dan desa ini pernah dihantam banjir bandang, sehingga masih terus berbenah,”kata Longki. Menurutnya, hal ¬terpenting dari penca¬nangan kampung KB ada¬lah gerakan dari prog¬ram-program KB yang m¬ampu bersinergi denga¬n program pendidikan,¬ kesehatan, lingkunga¬n dan program lainnya. Antar¬a lain dengan sosiali-sasi, komunikasi, edu¬kasi tentang program ¬KB kepada masyarakat,¬ serta pelayanan KB d¬i tingkat desa. “Saat ini kita tenga¬h menghadapi suatu pe¬rsoalan yang rumit ya¬kni masalah kemiskina¬n. Karenanya, dengan ¬program KB diharapkan¬ menjadi pintu untuk ¬meningkatkan kesejaht¬eraan dan kualitas hi¬dup manusia Indonesia¬,”ujarnya.
Longki meminta kepada Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, dapat membentuk kampung KB di ¬setiap kecamatan, sehihing¬ga setiap desa¬ memiliki satu Kampun¬g KB “Idealnya semua ¬kampung atau desa di ¬Indonesia menjadi Kam¬pung KB,”harapnya
Lanjut Longki, kampung KB d¬iperlukan di seluruh ¬desa di Indonesia, se¬bab keberhasilan pro-gram KB akan sangat m¬embantu dalam meningk¬atkan kualitas hidup ¬manusia Indonesia dan¬ kesejahteraan keluar¬ga pra-sejahtera untu¬k menuju kehidupan yang lebih b¬aik. “Kita ha¬rus memperkuat dan me¬revitalisasi program ¬KB dan keluarga sejah¬tera. Jangan hanya be¬rhenti pada pencanang¬an, tapi harus ada ak¬si dan gerakan,”tandasnya
Sementara, Bupati Parigi Moutong H Samsurizal Tombolotutu menambahkan, pencanangan kampung KB sengaja ditempatkan di desa Petapa mengingat di desa ini belum terbentuk kelompok kegiatan bina keluarga dan kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS). “Partisipasi masyarakat terhadap PAUD dan Posyandu juga masih kurang, sehingga diharapkan dengan pencanangan ini, akan mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan,”ujarnya
Pencanangan kampung KB ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan terpadu, melalui bidang KB, kependudukan, pemberdayaan masyarakat, perempuan dan anak, serta lingkungan hidup dan kesehatan. “Dengan adanya pencanangan ini maka yang paling utama adalah perhatian kita bagaimana meningkatkan petumbuhan ekonomi masyarakat melalui kampung KB, sehingga kita benar-benar dapat meningkatkan kesejahteraan dan kualitas masyarakat,”paparnya
Kepala Badan Kependu¬dukan dan Keluarga Be¬rencana Nasiona (BKKB¬N) Provinsi Sulteng, Kus Indarwito,M.AP memberikan apresiasi k¬epada Masyarakat des¬a Petapa karena telah mendukung program Kampung KB di desa itu. Khusus di Sulawesi Tengah, pencanangan kampung KB pertamakalinya dilaksanakan di desa Pantaloan Boya Kecamatan Tawaili Kota Palu medio Februari 2016. “Kabupaten Parigi Moutong merupakan pencanangan kampung KB yang ke-13 di Sulawesi Tengah, dan ini yang terbesar,”ungkapnya.
Kehadiran Gubernur Longki dan rombongan di desa Petapa disambut warga secara adat.Saat tiba di desa Petapa, mantan Bupati Parimo itu disematkan siga selanjutnya berjalan menginjak daun pinang sambil diiringi rebana hingga di depan panggung. (Naskah:Aan Kurniawan, M.Taufan/editor :jeprin/Humas)


0
0
0
s2smodern