Sidebar Menu


kpud parimo
PARIGI MOUTONG - Tidak ada aral melintang, lusa Selasa 14 Agustus 2018 Chair dilantik menjadi Komisioner KPUD Parigi Moutong periode 2013 - 2018.
 
Chair yang mempunyai nama lengkap Abd Chair SPd I itu, nantinya akan menjabat sebagai komisioner pengganti antar waktu (PAW) pasca pengunduran diri Ketua KPUD Kabupaten Parigi Moutong Amelia Idris SE MAP karena akan maju mencalonkan diri sebagai Anggota DPRD.
 
Abd Chair akan dilantik sebagai Komisioner KPUD Parimo berdasarkan rengking pada seleksi calon anggota komisioner yang dilaksanakan 4 tahun lalu.
 
Chair menduduki peringkat enam setelah Amelia Idris.
 
Komisioner divisi Teknis Haris SPd MAP saat ditemui usai rapat pleno Penetapan Bupati dan Wakil Bupati  Terpilih di ruang rapat KPU tadi sore (12/8) menjelaskan bahwa, Chair sudah diusulkalkan untuk ditetapkan sebagai PAW Komisioner KPUD Parigi Moutong.
 
"Iya, insya Allah hari selasa pak Chair dilantik berdasarkan keputusan KPUD Provinsi Sulawesi Tengah,"terangnya.
 
Haris menambahkan, sesuai peraturan yang berlaku, Abd Chair harus mundur dari jabatan struktural di Pemerintahan, dan tidak menerima hak haknya sebagai Aparatur Sipil Negara.
 
"Sesuai aturan yang ada, pak Chair harus mundur dari jabatanya, dan tidak menerima haknya sebagai PNS  karena di KPU akan bekerja penuh waktu,"ujarnya.
 
Abd Chair saat ini menjabat Kepala Seksi Pengembangan jaringan dan aplikasi pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Parigi Moutong, dan akan bekerja selama sisa waktu 5 bulan kedepan, terhitung sejak dilantik sampai berakhir masa jabatan Komisioner KPUD Parigi Moutong bulan desember 2018.
 
Naskah & Foto : (Rislan / Diskominfo Kab. Parigi Moutong)
rapat pleno
PARIGI MOUTONG - Rapat Pleno terbuka Penetapan pasangan terpilih Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong periode 2018 - 2023 hari ini ditetapkan, bertempat di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (12/8/18).
 
Penetapan pasangan terpilih pada pilkada serentak 27 Juni 2018 dimenangkan oleh pasangan SABAR (Samsurizal-Badrun).
 
Penetapan pasangan terpilih Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong ditetapkan pada rapat pelno terbuka pasca keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dengan keputusan sebagi berikut, Pasangan H Samsurizal Tombolotutu dan H Badrun Nggai SE memperoleh suara terbanyak 99.48 suara atau 44,74 Persen dari total suara sah.
 
Ketua KPU Parigi Moutong Ikbal Bungadjim SPd MSi dalam sambutanya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Parigi Moutong yang telah mensukseskan pilkada serentak 2018.
 
"Kita mengapresiasi masyarakat Parigi Moutong yang begitu cerdas dalam berdemokrasi, ini merupakan sebuah perwujudan dari berbangsa dan bernegara serta berdemokrasi yang santun,"ujarnya.
 
Hadir dalam rapat pleno tersebut, unsur Forkompimda Parigi Moutong, para Kepala OPD, para partai pengusung, Paslon nomor urut 2 yang dihadiri Rahma M. Nur SAg, Tim Sukses pasangan SABAR, tokoh agama, tokoh masyarakat serta seluruh tamu undangan lainnya.
 
Bupati Parigi Moutong terpilih H Samsurizal Tombolotutu yang didampingi Wakil Bupati terpilih Parigi Moutong H Badrun Nggai SE dalam sambutanya mengajak masyarakat untuk kembali bersatu dan bersama sama membangun daerah Kabupaten Parigi Moutong.
 
Naskah & Foto : (Rislan / Diskominfo Kab. Parigi Moutong)
harganas
PARIGI MOUTONG - Bertempat di Halaman Kantor Bupati Parigi Moutong hari ini Minggu (12/8/18) digelar Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, Hari Anak Nasional (HAN) dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Kabupaten Parigi Moutong digelar.
 
Hj Zalzulmida SH Cn dalam laporanya mengatakan, hari ini merupakan pencanagan gerakan masyarakat hidup sehat dan kampanye imunisasi campak rubela bagi anak anak hebat Parigi Moutong.
 
Ia juga melaporkan bahwa hari ini juga adalah penobatan bagi ayah dan bunda gendre Bupati dan ibu Bupati Parigi Moutong serta penobatan ayah gendre bagi Bupati Sigi.
 
"Hari ini adalah pencanagan berbagai kegiatan termasuk Penobatan ayah dan bunda gendre bagi dua Kabupaten "ungkapnya.
 
Sementara itu Wakil Bupati Parigi Moutong H Badrun Nggai SE mengucapkan selamat datang kepada tamu undangan yang hadir di Kabupaten Parigi Moutong.
 
Wabub mengucapkan terima kasih kepada BKKBN RI dan Pemerintah Provinsi Sulteng yang telah mempercayakan Kabupaten Parigi Moutong sebagai Kabupaten Layak Anak.
 
"Alhamdulilah Parigi Moutong telah menjadi Kabupaten Layak Anak, dan sudah kami terima penghargaanya di Palu baru baru ini,"paparnya.
 
Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pemberian beberapa penghargaan kepada kepala Daerah dan Ketua TP- PKK se Provinsi Sulawesi Tengah diantaranya pemberian Plakat penghargaan manggala karya lencana dari BKkBN pusat kepada Gubernur Sulawesi Tengah, selanjutnya penobatan Ayah gendre Kepada Bupati Sigi Irwan Lapata, penyerahan kendaraan operasional roda dua BKKBN kepada Bupati Parigi Moutong, penobatan Ayah dan Bunda Gendre Bupati Parimo dan Bunda Paud Parimo dan pemberian penghargaan lainnya.
 
Kepala BKKBN pusat Dr Sigit Priyohutomo MPH dalam sambutanya sangat mengapresiasi terhadap pencapaian Provinsi Sulteng dapat penghargaan terbanyak dari BKKBN.
 
"Saya berterima kasih kepada bapak Gubernur Sulteng,  bukan bapak Gubernur yang berterima kasih kepada kami, tetapi kami yang berterima kasih kepada gubernur, ini sangat luar biasa, di Indonesia hanya sulawesi tengah yang mampu menurunkan angka KB,"kata Sigit.
 
Ia menambahkan,  kesemuanya ini adalah berkat kerja keras khususnya PLKB yang ada dilapangan dan juga berkat koordinasi yang baik antara stakeholder dan lintas sektor.
 
Gubernur Sulawesi Tengah Drs H Longki Djanggola MSi dalam dalam sambutannya mengatakan, peringatan hari keluarga nasional tingkat provinsi Sulteng kali ini, dirangkaikan dengan hari remaja internasional XVII tingkat provinsi Sulteng dengan tema HARGANAS XXV "Hari Keluarga Hari Kita Semua, Den Pesan kunci Cinta Keluarga, Cinta Terencana, Cinta Indonesia". Sedangkan hari remaja Internasional mengusung tema "Youth Building Peace" dan tema Hari Anak Nasional "Anak Indonesia GENIUS (Gesit, Empati, Berani, Unggul Dan Sehat)
 
Longki juga mengatakan, Peringatan Hari keluarga Nasional XXV merupakan tindak lanjut dari peringatan HARGANAS XXV di Manado Provinsi Sulawesi Utara pada tanggal 7 Juli 2018
 
"Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Harganas di Manado. Hal ini dimaksudkan agar program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga dapat lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Provinsi Sulawesi Tengah pada umumnya dan Kabupaten Kota pada khususnya,"ujar orang nomor satu di Sulawesi Tengah itu.
 
Ia juga menegaskan, bahwa program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga, adalah salah satu program nasional yang menjadi agenda prioritas pembagunan Nawacita Pemerintah periode 2015 - 2019 terutama pada agenda pemerintah nomor 3 dan nomor 5 yaitu membangun Indonesia dari pingggiran dengan memperkuat daerah daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan, serta meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui Pembangunan kependudukan dan keluarga berencana, pembangunan pendidikan khususnya pelaksanaan program Indonesia Pintar, pembangunan kesehatan khususnya pelaksanaan program indonesia sehat dan peningkatan kesejahteraan rakyat marginal melalui pelaksanaan program Indonesia Kerja, melalui pemberdayaan ekonomi keluarga dan ekonomi kerakyatan.
 
"Gaung Program Kependudukan kelurga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK) kita terus semarakan dengan upaya mendekatkan akses pelayanan kepada keluarga dengan mengaktualisasikan 8 fungsi keluarga,"ujarnya.
 
Diakhir sambutannya gubernur Sulteng secara resmi mencanangkan gerakan masyarakat  hidup sehat (GERMAS) tingkat Kabupaten Parigi Moutong tahun 2018.
 
Naskah & Foto : (Rislan / Diskominfo Kab. Parigi Moutong)
hari anak
PARIGI MOUTONG - Bertempat di Indor lapangan bulutangkis Kantor Bupati Parigi Moutong, hari ini, Sabtu (11/8/18) dilaksanakan lomba gambar dan mewarnai tingkat TK/PAUD Se Kabupaten Parigi Moutong.
 
Lomba mewarnai saat ini tembus kurang lebih 800 peserta anak.
 
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan KB I Wayan Sulastro dalam laporanya mengatakan, hari ini panitia menggelar beberapa jenis lomba, yaitu lomba menggambar dan mewarnai, lomba fashion show, lomba menyanyi. Lomba gerak dan lagu dan lomba puisi.
 
"Dapat kami laporkan bahwa kegiatan lomba menggambar dan mewarnai dengan jumlah total peserta 800 anak, terdiri dari instansi Dinas Perpustakaan dan Arsip daerah 600 orang anak melalui dana swadaya peserta, dan 200 anak dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Motong melalui pembiayaan DPA  Disdikbud Parimo,"terangnya.
 
Sementara itu Bunda Paud Kabupaten Parigi Moutong Ny. Noor Wachida Prihartini S Tombolotutu dalam sambutannya mengatakan, kegiatan menggambar dan mewarnai berfungsi untuk merangsang imajinasi, memperbaiki emosional, memupuk keseimbangan, memberi kendali pada anak dan lain lain. 
 
Bunda Paud juga menjelaskan, untuk jenis lomba lainnya pun memiliki manfaat yang luar biasa.
 
"Kegiatan selain lomba mewarnai juga memiliki manfaat luar biasa seperti lomba fashion show, manfaatnya akan meningkatkan kepercayaan diri pada anak, memberianak kendali pada anak, bermental juara dan lain sebagainya. Pungkasnya.
 
Selanjutnya Bunda Paud sangat mengharapkan kerjasama dengan semua pihak agar kegiatan berjalan dengan baik dan lancar.
 
"Saya sangat mengharapkan agar kegiatan lomba ini berjalan dengan baik, terutama kerjasama orang tua, guru dan satuan pendidikan,"ungkapnya.
 
"Saya juga mengapresiasi atas terselenggaranya lomba ini, sebagai perwujudan kerjasama lintas sektor untuk pemenuhan hak hak anak Parigi Moutong,"ujarnya.
 
Diakhir sambutannya,  bunda Paud mengucapkan selamat berlomba kepada seluruh anak anak, dengan menggelorakan slogan "Salam Genius untuk anak Parigi Moutong yang gesit, empati, berani, unggul dan sehat".

Naskah & Foto : (Rislan / Diskominfo Kab. Parigi Moutong)
indonesiana
PARIGI MOUTONG - Kegiatan INDONESIANA hari ini, Sabtu (11/8/18) digelar Kegiatan Kebudayaan Indonesiana bertempat di Ruang Taman Hijau (RTH) Masigi.
 
Gelar Budaya Indonesiana merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan secara bergilir oleh daerah yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah.
 
Kabupaten Parigi Moutong merupakan tuan rumah Gelar Budaya Indonesiana pertama, dan pelaksanaanya sukses.
 
Kepala Dinas Pendidkan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah Irwan Lahace dalam sambutanya menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Parigi Moutong selaku tuan rumah Insonesiana Provinsi Sulawesi Tengah dan seluruh masyarakat Parigi Moutong.
 
Ia menambahkan bahwa kegiatan Indonesiana merupakan ajang menumbuhkembangkan budaya di Indonesia khususnya di Provinsi Sulawesi Tengah.
 
Sementara itu Bupati Parigi Moutong H Samsurizal Tombolotutu dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada seluruh tamu undangan khususnya tamu dari Provinsi Lampung dan dari negara Spanyol serta seluruh tamu dari Provinsi Sulteng.
 
Bupati juga berharap kepada masyarakat Parimo gar menjamu tamu tamu istimewa tersebut dengan baik.
 
"Kita harus menjadi tuan rumah yang baik, jamulah tamu tamu kita dengan baik. Karena kedepan pada bulan september 2018, kita akan menghadapi kegiatan yang lebih besar lagi yaitu kemah budaya,"ungkapnya.
 
Sementara itu Menteri Pendidikan dan kebudayaan RI yang diwakili Direktur Jenderal Warisan dan Diplomasi Budaya Najamuddin Ramly mengatakan, tema landasan kebudayaan merupakan, persaudaraan, kebudayaan dan kebhinekaan tunggal ika.
 
"Indonesiana merupakan ajang menggali kebudayaan dan menumbuhkembangkan citra budaya di Indonesia melalui gaung kebersamaan  (Vuladongga) "The Sintuvu Of Central Sulawesi",ungkapnya.
 
Ia juga menambahkan, Kabupaten Parigi Moutong merupakan Kabupaten mempunyai budaya yang sangat tinggi dengan beragam adat istiadat.
 
"Saya asli ampibabo Parigi Moutong, budayanya disini sangat luar biasa, banyak makan khas yang baik untuk kita cicipi seperti sagu atau labol dange, kaledo, uta dada, lalampa toboli dan lain lain,"ucapnya.
 
Kegiatan Gelar Budaya Indonesiana dibuka oleh gubernur Sulawesi Tengah diwakili Sekretaris Daerah  Hidayat Lamakarate ditandai dengan pemekulan beduk oleh sekretaris daerah bersama Dirjen Diplomasi budaya, Bupati Parigi Moutong, Wakil Bupati Parigi Moutong dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi tengah.
 
Kegiatan Gelar Budaya Indonesiana dihibur oleh musisi Orkestra Vinculos asal Negara Spanyol, dan antusias masyarakat sangat luar biasa menyaksikan pegelaran tersebut.
 
pertunujukan
PARIGI MOUTONG - Pasca dibukanya gelar budaya Indonesiana I tadi sore oleh Gubernur Sulawesi Tengah, kembali malam ini digelar pertunjukan seni budaya yang diikuti seniman lokal se Provinsi Sulteng, bertempat di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kelurahan Masigi, Sabtu (11/8/18).
 
Kegiatan Pegelaran tersebut dilaksanakan dari tanggal 11 hingga 14 Agustus 2018.
 
Pegelaran diawali dengan penampilan seni budaya asal Kota Palu dengan pertunjukan cerita legenda "Vula Dongga" pada zaman dahulu. Nampak seorang remaja berperan menjadi "Tuaka" orang yang dituakan sedang menasehati anak anak yang sedang bermain di malam bulan purnama, kata mangge permainan dibulan purnama sebaiknya dilakukan dengan memukul gimba, rebanna, meniup seruling dan kulintang. Cerita legenda terus berlangsung dan memukau para penonton. Disusul penampilan seni budaya asal Kabupaten toli toli. 
 
Pendekatan tematik "Vula Dongga" atau ritual bulan purnama di Sulawesi Tengah sebagai inspirasi karya seni bagi anak muda untuk selalu mengasa kemampuan dan telenta khususnya dibidang ekspresi seni teater.
 
Kegiatan Indonesiana juga dilakukan oleh daerah lain, hanya saja Sulawesi Tengah mendapatkan jatah terbesar dibanding daerah daerah lain.
 
Kegiatan Indonesiana di Sulawesi Tengah ada 4 Kabupaten Kota yang telah di programkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk di gilir dilaksanakan Indonesiana pada tahun tahun mendatang, yakni  Kabupaten Parigi Moutong, kabupaten Sigi, Kabupaten Poso dan Kota Palu.
 
Selanjutnya Dewan Pengamat yang mengamati dan menilai pegelaran itu adalah para pakar dan kritikus seni yang berkompoten serta profesional. Mereka adalah Prof Franky Raden PhD dari Etnomusikolog Universitas Wisconsin Bali, Sofyan Tadorante MSi dari Disdikbud Provinsi Sulteng, Endang Mursalin pakar seni rupa Palu ditambah seniman daerah dari Kabupaten.
 
Antusias masyarakat Parimo menyaksikan pertunjukan itu luar biasa. Sebut saja Niar, ketika diwawancarai mengatakan, bangga dan senang dengan kegiatan yang dilakukan Pemerintah.
 
"Saya dari Sigenti bersama keluarga,  jauh jauh datang kemari hanya ingin menyaksikan pegelaran ini. Kami merasa terhimbur,ujarnya.
 
Naskah & Foto : (Rislan / Diskominfo Kab. Parigi Moutong)
PARIGI MOUTONG - Sejumlah persiapan terus dilakukan jelang pelaksanaan pekan budaya dan pariwisata tingkat Provinsi Sulawesi Tengah menyambut Sail Tomini 2015 September mendatang. Dinas PU Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) selaku instansi yang bertanggungjawab terhadap penyiapan lokasi pekan budaya telah menyatakan kesiapannya. 
Sekretaris Dinas PU Kabupaten Parimo, H Haris mengatakan, untuk kebutuhan peserta pekan budaya Sail Tomini, pihaknya telah menyiapkan sebanyak 30 kamar mandi dan wc jenis portable atau bongkar pasang di dusun Kayu Bura Kecamatan Parigi Tengah. Saat ini kamar mandi tersebut sedang dirakit di show room Dinas PU dan mulai dipasang paling lambat akhir Agustus mendatang. "39 kamar mandi ini sementara dirakit di show room kami, insha Allah akhir agustus sudah bisa dipasang,"kata Haris ketika memaparkan kesiapan lokasi pekan budaya dan sarana air bersih pada rapat koordinasi pekan budaya di auditorium kantor Bupati, Selasa (25/8)
Khusus untuk air bersih, saat ini kata Haris masih terus berlangsung. Pihaknya belum bisa memastikan kapan pekerjaan penyambungan pipa itu bisa selesai. Terkait hal itu, Wakil Bupati Parimo, H Badrun Nggai yang memimpin rapat tersebut meminta dinas PU memantau pekerjaan penyambungan pipa tersebut. "Masalah air ini paling vital, jadi PU harus kontrol sudah sampai dimana penyambungan pipa air itu.Waktu kita tidak banyak lagi,"kata Badrun. 
Wabup meminta seluruh panitia yang terlibat dalam pekan budaya tersebut terkait agar melaksanakan tugasnya sesuai bidangnya masing masing. Ada beberapa item yang perlu disiapkan terutama kesiapan penyambutan adat Gubernur Sulawesi Tengah,  akomodasi dan transportasi untuk semua para tamu kontingen Kabupaten se-Provinsi Sulawesi Tengah dan juga beberapa sarana pendukung lainnya termasuk listrik, keamanan dari pihak Kepolisian, TNI dan Tim medis.
Wabup meminta seluruh panitia melaporkan apa kendala di lapangan untuk diketahui dan secepatnya dicarikan solusi demi suksesnya pelaksanaan kegiatan pekan budaya pariwisata di Kabupaten Parimo. "Saya minta yang perlu diperjelas juga adalah akomodasi bagi para kontingen dari Kabupaten kota di Sulawesi Tengah,"tekannya.

PARIGI – Bupati Parimo H. Samsurizal Tombolotutu meminta kepada Tim yang menangani Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) yang melekat di Bagian Administrasi Pembangunan dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Parimo, agar bersungguh-sungguh melaksanakan tugas itu secara profesional dan proporsional.

"Koordinasi sebaik-baiknya dengan pimpinan SKPD penyedia barang/jasa terkait pelaksanaan lelang, sehingga proses pelaksanaannya tidak menimbulkan masalah yang berdampak pada konsekuensi hukum dikemudian hari."tegas Bupati Samsurizal ketika membuka Sosialisasi dan pelatihan pengelola LPSE di Aula lantai dua kantor Bupati, belum lama ini.

PARIGI - Bupati Parimo H. Samsurizal Tombolotutu mengimbau kepada seluruh SKPD dilingkup Pemerintah Kabupaten Parimo, mulai saat ini menggiatkan gerakan menanam pohon. Hal itu sebagai wujud kepedulian pemerintah Kabupaten Parimo terhadap pelestarian lingkungan. Imbauan itu disampaikan Samsurizal dalam sambutannya pada Upacara gabungan SKPD setiap Tanggal 17 bulan berjalan dilingkup Pemda Parimo di Halaman Kantor Bupati, belum lama ini. Samsurizal mengatakan, sebagaimana misi daerah ini yakni pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, maka pemerintah Kabupaten Parimo mencanangkan gerakan menanam pohon di seluruh wilayah Kabupaten Parimo dengan tema "green for all". Terkait hal itu, Samsurizal mengimbau kepada seluruh SKPD di Kabupaten Parimo melaksanakan penanaman pohon dihalaman kantor masing-masing, khususnya jenis pohon pelindung. Dia juga meminta agar setiap pejabat maupun staf di SKPD yang berulang Tahun, dapat dihadiai pohon untuk ditanam.

PARIGI – Warga Kabupaten Parimo boleh sedikit berbagangga, pasalnya dari puluhan ribu obyek wisata di Indonesia, Tomini yang berada di wilayah utara Kabupaten Parimo ditetapkan sebagai salah satu dari 29 destinasi daya tarik wisata Nasional. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudar) Parimo Drs I Nyoman Sriadijaya MM saat ditemui belum lama ini.

Nyoman mengatakan, Tomini yang memiliki segudang keindahan, mulai dari adat istiadat hingga penamaan teluk Tomini, mampu mensejajarkan diri dengan obyek wisata terkenal lainnya di Indonesia, seperti Borobudur, Merapi, Komodo, Toraja, Togean, Kepulauan Seribu, Bunaken hingga Gunung Bromo Tengger Semeru Jawa Timur.

Dikatakannya, sesuai rencana pembangunan kepariwisataan Nasional dan daerah, ada 29 lokasi daya tarik wisata yang telah ditetapkan Direktorat Jenderal pengembangan destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kretaif Tahun 2012, salah satunya adalah Tomini.

"Sebenarnya Pemerintah Propinsi Gorontalo juga mengklaim Tomini itu sebagai kawasan mereka, yang mereka maksudkan adalah teluk Tomini, tetapi hasil presentasi di tingkat Pusat, saya tetap mempertahankan Kawasan obyek wisata Tomini yang dimaksud adalah Tomini yang terletak di Kabupaten Parimo,"sebutnya. [bil]

PARIGI – Pengumpulan zakat profesi di Kabupaten Parimo selama ini belum menyentu semua pihak. Pemberlakuan pungutan zakat infaq dan sedekah itu juga masih terbatas di kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang beragama Islam. Padahal banyak pihak berharap zakat profesi yang selama ini dipungut dari para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Parimo tersebut, juga diberlakukan kepada anggota DPRD Parimo. Mengingat, selama ini perolehan zakat, infaq dan sedekah (ZIS) yang dikumpukan melalui Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Parimo belum maksimal.

"Kita kan sudah punya Perda Zakat yang dilahirkan oleh DPRD Parigi Moutong. Makanya kalau bisa, tidak hanya PNS, zakat profesi itu juga diberlakukan kepada Anggota DPRD,"kata Ketua Bazda Kabupaten Parimo, H. Muhammad Qasim Abdul Madjid ditemui belum lama ini.

Qasim mengatakan, pungutan zakat profesi kepada anggota DPRD itu sangat wajar dilakukan, mengingat gaji anggota DPRD yang begitu besar.

"Saya rasa kalau anggota DPRD mengeluarkan zakat profesi itu akan sangat membantu, mengingat gaji mereka kan juga banyak. Kalau ini bisa dilakukan, Insya Allah akan lebih banyak mustahaq yang bisa menerima,"harapnya.

Qasim mengungkapkan, salah satu kendala yang dihadapi Bazda dalam upaya membentuk kesadaran kolektif umat untuk menunaikan zakat, yaitu dibeberapa Instansi pemberlakuan kewajiban mengelurakan zakat itu masih sebatas imbauan.

"Kendala lain juga adalah, masih ada pimpinan SKPD yang belum optimal memberikan motivasi penerapan pelaksanaan zakat profesi bagi pegawai yang beragama Islam,"ungkapnya.

Menurutnya, Bazda Parimo sebagai pemegang amanah yang dipercayakan oleh Pemerintah melalui pelaksanaan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 1999 tentang pengelolaan zakat di Kabupaten Parimo relatif berhasil melaksanakan tugasnya secara kolektif membangun kesadaran umat dalam menunaikan zakat yang pengumpulan dan pendistribusiannya dilakukan menurut syariah.

Pendistribusian zakat yang selama ini dilakukan meliputi program yang berbasis kemanusiaan, seperti bantuan bencana alam, bantuan sandang pangan bagi fakir miskin serta bantuan pembiyaan kesehatan darurat bagi Dhua'afa. Bazda Parimo juga telah melaksankan program pengembangan ekonomi umat seperti bantuan pembiayaan tambahan modal usaha Dhu'afa serta bantuan sarana usaha Dhua'afa.

"Program lainnya yang telah dilakukan oleh Bazda adalah di bidang pendidikan, seperti bantuan biaya pendidikan bagia Dhu'afa, bantuan pendidikan siswa muslim tunas bangsa dan bantuan partisipasi operasional lembaga pendidikan Islam. Tanggal 17 Februari lalu, kami juga telah menyalurkan bantuan kepada lembaga pendidikan agama dan Masjid dengan total bantuan senilai Rp80 juta lebih,"bebernya.

Terkait dengan pengelolaan Zakat, mantan anggota DPRD Parimo itu berharap kedepan bagi masyarakat Muslim yang akan menunaikan zakat agar penyalurannya diberikan kepada lembaga pengelola zakat resmi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Dalam pengelolaan zakat di Kabupaten Parimo, seluruh potensi lembaga pengelola zakat harus bersatu padu mengentaskan kemiskinan melalui program sinergi dalam penyaluran kepada mustahiq, sehingga tidak tumpang tindih,"harapnya. [jep]

STAF AHLI BUPATI KAB. PARIGI MOUTONG